Tuesday, November 19, 2019
Berita Pangandaran 2018 di Pelabuhan Majingklak
Main

Berita Pangandaran 2018 di Pelabuhan Majingklak

konten writer adalah kota yang saling berdekatan dan merupakan dari bagian ibukota di Jawa Barat. Bagi warga Jawa Barat, kedua kota tersebut sangat terkenal dengan beberapa tempat wisata alam yang begitu mempesona dan menakjubkan. Jadi ketika akhir pekan atau waktu liburan tiba, banyak para pengunjung lokal maupun dari kota lainnya sengaja datang kesana untuk menghabiskan waktu liburan dan waktu luang mereka bersama orang-orang terdekat.

Pangandaran yang terkenal dengan wisata pantai mempesona memang sudah diketahui oleh semua orang. Selain wisata pantai, Pangandaran juga seperti halnya dengan kota lain dimana selalu saja ada berita terbaru mengenai Pangandaran. Di tahun in, berita pangandaran 2018 yang paling terbaru adalah cuaca buruk yang terjadi di sekitar pantai dimana menyebabkan para nelayan dan juga pemilik perahu mengalami kerugian.

Cuaca buruk tersebut terjadi dikarenakan tingginya gelombang yang terjadi di perairan pantai selatan Pulau Jawa. Para nelayan pun mengeluh karena mereka tidak bsia beraktivitas untuk mencari ikan dan menjualnya. Selain itu, para pemilik perahu Compreng yang memang setiap hari bekerja sebagai jasa penyebrangan di Pelabuhan Majingklak Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran pun terkena imbasnya juga. Karena sudah beberapa hari mereka tidak bisa mendapatkan rezeki seperti biasanya disebabkan oleh sepinya para penumpang perahu tersebut.

Selain itu, pelabuhan Majingklak pun sepi dari pengunjung karena memang cuaca buruk gelombang ombak yang tinggi membuat para pengunjung mengurungkan diri untuk datang kesana. Padahal biasanya pelabuhan Majingklak selalu penuh oleh mereka yang memang bersantai dan mengunjungi salah satu tempat wisata yang keren tersebut. Hingga sekarang meskipun terkesan kembali normal mengenai suasana di pelabuhan tersebut, tetap saja para pengunjung masih sepi dan enggan untuk datang kesana.

Dan pada akhirnya para nelayan dan juga mereka yang memang memiliki perahu terpaksa membiarkan perahunya tidak terpakai hingga para pengunjung datang kembali ke pelabuhan Majingklak. Hal itu juga membuat penghasilan mereka semakin menurun dan sulit karena hanya itulah pemasukan dan mata pencaharian disana. Jika seperti ini terus menerus, anda akan melihat banyaknya jumlah dari perahu compreng yang berjejer di bibir pelabuhan Majingklak.

Back To Top